Home / Berita Terkini / CAREDs, “Resilient Today, Sustaining Tomorrow”
Resilient, Careds

CAREDs, “Resilient Today, Sustaining Tomorrow”

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang berada di dalam zona  cincin api (Ring of Fire) dan pada pertemuan tiga lempeng tektonik aktif dunia sehingga negara ini rawan beragam bencana alam, seperti gempa, letusan gunung berapi, angin puting beliung, hujan ekstrim, banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Tidak hanya ancaman bencana alam, tetapi juga bencana non alam seperti kebakaran hutan dan lahan, konflik sosial, maupun kegagalan teknologi.Resilient, careds

Menanggapi kondisi tersebut, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) mendirikan Pusat Studi Adaptasi dan Resilliensi Desain Lingkungan atau lebih dikenal dengan nama CAREDs (Centre for Adaptation & Resilience Environmental Design Studies). Pusat Studi ini diinisiasi pada 16 November 2016 oleh 11 orang dosen Unpar dari berbagai disiplin ilmu dan resmi berdiri dengan diterbitkannya S.K. Rektor Unpar No. III/PRT/2017-01/008 pada 16 Januari 2017.

Secara umum, struktur organisasi dan kepengurusan CAREDs terdiri atas CAREDs Boards, CAREDs Committee, dan Unit-Unit Pelaksana Teknis (UPT). Saat ini, Ketua CAREDs dipimpin oleh Dr. Y. Karyadi Kusliansjah, IAI yang juga merupakan dosen Prodi Arsitektur Unpar.

Adapun, CAREDs Boards terdiri atas Anggota Dewan Internal Unpar dan dapat ditambah oleh para Person In Charge dari mitra yang bekerja sama dalam kegiatan tertentu dan bersifat temporer sesuai dengan kerja sama kegiatan. Dewan bertanggung jawab untuk memberikan arahan-arahan strategis pengembangan, mengawasi kinerja, prestasi kerja, dan penggunaan anggaran serta membantu menciptakan peluang-peluang kegiatan dan kerja sama pusat studi.

Sementara itu, CAREDs Committee bertanggung jawab terhadap seluruh teknis dan terlaksananya seluruh pekerjaan pusat studi. UPT adalah unit-unit adhoc yang dibentuk berdasarkan keperluan untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan studi tertentu yang sifatnya khusus, kompleksitasnya tinggi dan/atau melibatkan kerjasama multi instansi. Saat ini, CAREDs sudah membentuk dua UPT, yaitu UPT Geopark dan UPT Emergency/Temporary Evacuation Shelter.

CAREDs memiliki empat divisi yaitu Divisi Research & Design Development; Product Development, Community Service; dan Information Technology & Networking. Secara bidang kajian, CAREDs memiliki empat bidang cluster research yaitu disaster resilience, social-ecological transformation for community resilience, built-environmental design resilience, dan ecotourism resilience.

CAREDs juga memiliki perhatian khusus untuk mengedukasi masyarakat dan mengadvokasi sektor pemerintahan agar dapat memiliki kesiapan dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana. Dalam implementasi serta pengembangan program kegiatannya, CAREDs meyakini pentingnya menjalankan program kemitraan dengan pihak-pihak eksternal.

Adapun, mitra kerja sama CAREDs, antara lain Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB); Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat; Fakultas Teknik dan Ilmu Kebumian ITB; Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI); Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Barat; Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI), Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha, Lembaga Penelitian Lingkungan dan Mitigasi Bencana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Batur UNESCO Global Geopark Bali; Geopark Kaldera Toba Sumatera Utara; Resilience Development Initiative (RDI); dan Architecture Sans FrontiereIndonesia.

Setiap mitra CAREDs memiliki kompetensi dan reputasi yang tidak diragukan lagi. Misalnya dengan RDI, mereka sudah kuat dengan community resilience-nya dan jaringan kerja sama internasionalnya sudah sangat mumpuni. “Oleh karena itu, CAREDs bekerjasama dengan RDI terutama terkait dengan lingkup community resilience tersebut”, ujar Dr. Pele Widjaja, IAI., salah satu insiator sekaligus Kepala Divisi Product Development CAREDs.

Kehadiran CAREDs merupakan salah satu pengejewantahan visi Great Unpar untuk menggapai cita-cita sebagai research-based university melalui pengembangan potensi lokal menjadi unggulan pada tataran internasional, demi peningkatan martabat manusia dan keutuhan alam ciptaan dalam sesanti Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti.” Diharapkan, kiprah dan kerja nyata CAREDs dapat berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat serta bangsa dan negara Indonesia.

 

Sumber: KOMPAS – Griya Ilmu (Selasa, 16 Mei 2017)