Home / Berita Terkini / BUD Talkshow Dukung Internasionalisasi Mahasiswa Unpar
BUD Talkshow Dukung Internasionalisasi Mahasiswa Unpar

BUD Talkshow Dukung Internasionalisasi Mahasiswa Unpar

Internasionalisasi menjadi salah satu langkah penting bagi sebuah universitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di tingkat global. Interdependensi antar perguruan tinggi yang diwujudkan melalui kerjasama pendidikan mendorong keikutsertaan para akademisi untuk melakukan pertukaran ilmu, pengetahuan, serta berbagi pengalaman belajar.

Kantor Internasional dan Kerjasama (KIK) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) meyakini hal tersebut sebagai upaya untuk menyediakan berbagai kesempatan internasional bagi seluruh mahasiswa Unpar. Hal ini diwujudkan melalui Be Unpar’s Delegation (BUD) yang menjadi salah satu program untuk mendukung internasionalisasi di lingkungan Unpar.

Program BUD memberikan peluang bagi mahasiswa Unpar untuk berpartisipasi dalam beragam aktivitas baik yang diadakan langsung oleh KIK sebagai home university maupun kesempatan belajar di universitas luar negeri yang menjadi mitra kerjasama Unpar. Unpar juga menjalin kerjasama dengan sejumlah asosiasi dan konsorsium internasional seperti ACUCA, INU, ASEACCU, GEM, dan ALN. Tidak hanya itu, mahasiswa juga akan mendapatkan program pembekalan pembangunan karakter untuk meningkatkan keterampilan non-akademis.

Kamis (10/11) lalu bertempat di Student Centre, Unpar, KIK mengadakan BUD Talkshow dengan tema “The Rise of Social Enterprises and How to Represent Unpar in International Entrepreneurship Event”. Kegiatan ini menjadi ajang sharing delegasi-delegasi Unpar yang telah menjalankan tugasnya sebagai representatif universitas untuk program internasional.

Dalam kesempatan kali ini, seorang dosen Unpar dan tiga orang delegasi BUD membagikan kesan dan pengalaman mereka terkait tema dalam talkshow tersebut. Keempat pembicara tersebut yakni Fiona Ekaristi Putri, SE., MM (Dosen FISIP Unpar, CEO Wayang Village); Joselyn Setiawan Lesmana dan Vallencia Melvinsy (Delegasi Indonesia untuk SEED 2016); juga Nurul Aprilliany R. Suyanto (perwakilan Unpar untuk Program NUS).

Joselyn yang ditemui Tim Publikasi Unpar saat berakhirnya acara, mengungkapkan kesan yang positif ketika mengikuti Program SEED (Social Enterprise for Economic Development) 2016 di Filipina beberapa waktu lalu. Menurutnya, mahasiswa perlu mencoba untuk mengikuti kegiatan atau program di luar negeri agar dapat mengembangkan wawasan juga pengalaman belajar yang tidak melulu di ruang kelas.

“Penting untuk nyobain ke luar negeri. Menurut aku BUD itu ga boleh dilewatin”, ujarnya antusias.

“Menurut kami, BUD Talkshow timbal baliknya, itu ya buat ngasih info ke yang lain semoga yang lain (mahasiswa Unpar) tau tentang acara ini dan bisa ikut”, tambahnya.

Dalam wawancara bersama Tim Publikasi Unpar, Kepala Divisi Kerjasama KIK, Ratih Indraswari, S.IP., MA mengatakan bahwa pada intinya program BUD ini bertujuan untuk representing Unpar dan membuka kesempatan bagi semua mahasiswa Unpar.

“BUD Talk ini adalah kontribusi mahasiswa ke Unpar. Yang paling penting dari BUD adalah harus ada cycle. Mereka (mahasiswa) selama BUD kalo udah kepilih, mereka selama 1 tahun pasti akan membantu kegiatan IO (International Office). Mereka pasti diikutsertakan”, ujar Ratih Indraswari yang juga mengajar di Prodi Hubungan Internasional, Unpar.