Home / Berita Terkini / BKA Unpar Gelar Alumni Talk Bertajuk “Drive The Mood”
  • BKA Unpar menggelar Alumni Talk bertajuk "Drive The Mood" pada Rabu (9/10) (Dok. BKA)

  • Ani Purwandini, pengajar yoga yang juga Alumnus HI Unpar angkatan 1998, bercerita tentang pengalaman berkuliah, pengendalian mood, dan aktivitas kerjanya (Dok. BKA)

  • Peserta diajak untuk menyegarkan diri dengan melakukan berbagai gerakan yoga (Dok. BKA)

BKA Unpar Gelar Alumni Talk Bertajuk “Drive The Mood”

Ada banyak hal yang bisa dipelajari oleh mahasiswa dari para alumni. Selain pengalaman mereka saat berkuliah, kisah mereka berkarya dalam masyarakat juga memberikan wawasan bagi kawan-kawan mahasiswa menghadapi masa depan mereka. Hal ini termasuk bagaimana mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, kemampuan apa yang baik mereka dapat

Menjembatani alumni dan mahasiswa, Biro Kemahasiswa dan Alumni Universitas Katolik Parahyangan (BKA Unpar) menyelenggarakan Alumni Talk sebagai wadah interaksi mahasiswa dengan alumni. Pada bulan Oktober ini, BKA mengundang alumnus Hubungan Internasional Unpar angkatan 1998, Ani Purwandini, dalam Alumni Talk bertajuk “Drive The Mood.”

Acara yang diselenggarakan di Operation Room Rektorat Unpar pada Rabu (9/10) ini diikuti oleh lebih kurang 40 mahasiswa berbagai program studi di Unpar, termasuk para mahasiswa baru angkatan 2019. Selama dua jam, Ani membagikan pengalamannya sebagai mahasiswa, cara mengendalikan mood dan emosi dalam kesehariannya, juga aktivitasnya sebagai Pengajar Yoga dan Praktisi Pengobatan Tradisional Tionghoa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapat wawasan baru yang bermanfaat. “Mereka baru tahu kalau mood itu bisa memengaruhi kehidupan mereka,” ujar panitia Alumni Talk Henrico Leodra mencontohkan. Para peserta juga antusias mengikuti acara ini. ”Awalnya sih pada diam, pada malu-malu,” ujar Richard Morris Yonggi, yang juga panitia Alumni Talk, “tetapi seiring berjalannya acara, mereka jadi aktif, lebih berani buat bertanya juga.” Apalagi, peserta juga diajak untuk melakukan Yoga bersama lewat gerakan-gerakan peregangan yang mudah diikuti.

Richard mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan serupa Alumni Talk untuk berhubungan langsung dengan alumni. “Biar mereka tahu pengalaman yang telah dialami alumni,” ungkapnya. Selain itu, Henrico juga menambahkan, interaksi dengan alumni bisa mempersiapkan mahasiswa dalam memasuki dunia kerja yang riil. “Apa bedanya kuliah, dari materi dan teori yang kita dapatkan, yang (nanti) kita aplikasikan dalam dunia nyata,” pungkasnya. (DAN)