Home / Berita Terkini / BIPA Unpar Jalin Kerja Sama dengan Cilacs UII

BIPA Unpar Jalin Kerja Sama dengan Cilacs UII

Jumat (2/3), Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menerima kunjungan Center for International Language and Cultural Studies (Cilacs) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dalam rangka kerja sama dan tindak lanjut kolaborasi terkait program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Agenda dalam kunjungan tersebut, dilanjutkan dengan penandatangan Memorandum of Agreement (MoA) Program BIPA for Cultural Diversity Collaboration. Adapun, naskah kerja sama ditandatangani oleh Fitri Nugraheni, Ph.D Kepala Cilacs UII dan Dewiyani, S.Psi, Psikolog, CGA Kepala PPK Unpar.

Dr. Budi Husodo Bisowarno Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama turut hadir menyaksikan penandatangan kerja sama tersebut. Acara juga dihadiri oleh sejumlah tim dari Cilacs UII dan Pusat Pengembangan Karir (PPK) Unpar.

Pada kesempatan ini, keduanya memberikan presentasi singkat mengenai pengenalan profile unit masing-masing pihak. PPK, yang mana di dalamnya ada program BIPA, demikian pula dengan Cilacs UII.

Fitri menjelaskan, secara resmi struktur organisasi BIPA UII berada di bawah Cilacs. Sementara International Program di UII berubah menjadi International Office. Saat ini, untuk program internasional dikoordinasi langsung oleh pihak fakultas.

“Jadi di UII sendiri kalo untuk internasionalisasi khususnya di bidang bahasa selama ini (dikoordinasi) oleh tiga badan,” terangnya. “Penanggungjawab saat ini ada di Cilacs,” beliau menambahkan.

Pada kesempatan yang sama, Dewi menjelaskan, “Mengapa program BIPA ada di PPK? Pertama, PPK itu memang baru. Didirikan pada 2013. Posisinya memang di bawah koordinasi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan. Sebelumnya pusat ini bernama pusat pendidikan berkelanjutan. Sebelumnya, ini fokusnya pada bidang bahasa, yaitu bahasa Inggris.”

Dalam perkembangannya, lanjut Dewi, fokus PPK menjadi lebih luas, yaitu pengembangan karir dan bidang bahasa. Oleh karena itu, program BIPA saat ini berada di bawah koordinasi PPK.

Dewi berharap, BIPA akan menjadi sebuah program yang mandiri ke depannya melalui pengembangan kerja sama dengan berbagai pihak terkait.

“Tidak menutup kemungkinan Unpar dapat memfasilitasi program BIPA Unpar kepada rekanan UII nantinya,” ujar Kristining Seva S.S., M.Pd Koordinator Program BIPA Unpar. Sasaran ke depan, diantaranya kerja sama dengan rekanan Unpar seperti Association of Christian Universities and Colleges in Asia (ACUCA) serta Nationwide University Network in Indonesia (NUNI).

“Memang sasarannya (Unpar), sementara ini dari ACUCA juga partner-partner kita supaya mereka juga mendapatkan wawasan yang berbeda, experience yang berbeda dengan berkunjung ke Unpar,” ungkap Seva. Diharapkan kerja sama ini dapat terus berlanjut hingga di masa mendatang.

BIPA Unpar

PPK Unpar mencanangkan pendirian lembaga BIPA Unpar pada tahun 2017. Meningkatnya jumlah mahasiswa asing yang berkuliah di Unpar menjadikan keberadaan BIPA menjadi semakin penting. Pendirian lembaga BIPA dicanangkan oleh Bagian Pengembangan Bahasa, PPK Unpar.

Dalam prosesnya, PPK melalui Kantor Internasional dan Kerjasama (KIK) Unpar mengajukan proposal untuk menjadi provider program Darmasiswa kepada Kemendikbud. Kemudian, pada Oktober 2017 lalu, Kemendikbud melakukan visitasi ke Unpar untuk melakukan uji kelayakan. Hasil visitasi tersebut menyatakan Unpar layak untuk menyelenggarakan program Darmasiswa.

Darmasiswa adalah program yang diselenggarakan oleh Kemendikbud bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri. Beasiswa Darmasiswa ini ditawarkan ke lebih dari 111 negara di seluruh dunia, yang mana difasilitasi oleh lebih dari 70 universitas di Indonesia.

Program BIPA di Unpar dinilai efektif pada saat penelitian visitasi tersebut. Tahun ini, pada periode ajaran 2018/2019, Unpar membuka penerimaan bagi mahasiswa asing melalui penyelenggaraan program Darmasiswa BIPA Unpar. Selain itu, program BIPA Unpar ditawarkan kepada universitas-universitas rekanan Unpar, seperti International Network of Universities (INU).