Home / Berita Terkini / Bhinneka Raya Meriahkan Keberagaman Nusantara

Bhinneka Raya Meriahkan Keberagaman Nusantara

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) boleh dikatakan layaknya Indonesia kecil. Masyarakat Unpar, baik mahasiswa, dosen maupun tenaga kependidikan berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang etnis, agama, budaya, serta identitas unik masing-masing yang menggambarkan keberagaman Nusantara. Hal ini menjadi nilai tersendiri bagi masyarakat Unpar sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Dalam momen Peringatan Dies Natalis Unpar yang ke-63 pada tahun 2018, pihak universitas menghadirkan sesuatu yang berbeda di lingkungan Kampus Unpar. Festival seni budaya bertajuk ‘Bhinneka Raya’ yang berlangsung selama satu minggu, dari Senin (22/1) hingga Jumat (26/1) memperkenalkan identitas budaya dari pelosok negeri, khususnya dari Sumatera, Bali, Kalimantan, Indonesia bagian Timur, dan tentu saja Jawa Barat.

Seni budaya hingga jajanan khas

Selama lima hari berturut-turut, Plaza Gedung Pusat Pembelajaran Arnst-Geise (PPAG) dipenuhi oleh berbagai rupa seni budaya dari daerah yang sesuai dengan tema hari itu. Pantauan Tim Publikasi, setiap stan bambu berisi makanan dan minuman khas daerah, serta kelompok seni yang menghadirkan pengalaman seni budaya secara langsung, salah satunya dalam bentuk pembuatan pernak-pernik yang khas.

Di panggung utama, masyarakat Unpar, baik tenaga pengajar dan tenaga kependidikan dari setiap fakultas, maupun mahasiswa, menampilkan rupa-rupa kebudayaan lokal, seperti tari-tarian maupun lagu-lagu daerah. Menyelingi penampilan, para pengisi acara memperkenalkan keunikan daerah dan kebudayaannya kepada para hadirin. Dihadirkan pula berbagai permainan tradisional.

Seni pertunjukan yang dihadirkan mengundang pula beberapa komunitas dari luar Unpar. Teater Alamat menghibur masyarakat Unpar pada malam ketiga Festival Bhinneka Raya. Dalam pertunjukan bertajuk “Naga Pesisir” ini, Teater Alamat menghadirkan suasana kampung Betawi dalam lakon kehidupan sehari-hari, yang penuh keunikan dan problematikanya sendiri, namun juga tawa canda. Budaya Betawi yang kental berhasil dikemas dalam suatu teater kontemporer yang menghibur.

Meruwat Unpar, merawat Unpar

Salah satu kesenian yang menarik ditampilkan oleh kelompok yang berasal dari ‘rumah’ Unpar, yaitu tatar Sunda. Seni Reak, sebuah seni khas yang berasal dari Jawa Barat, tidak hanya diundang untuk meramaikan Bhinneka Raya. Seni tradisi ini menjadi bentuk perayaan syukur dan permohonan keselamatan kepada Yang Maha Esa, agar segenap masyarakat Unpar dapat berkembang baik dan membawa kesejahteraan bagi sesama. Uniknya, seni Reak tidak hanya mendapat apresiasi dari masyarakat Sunda saja, namun juga mengundang ketertarikan dari masyarakat internasional.

Rangkaian kegiatan Bhinneka Raya diakhiri dengan pertunjukkan Wayang Golek oleh salah satu dalang terkemuka, Opick Sunandar Sunarya dari Lingkung Seni Mekar Arum 2 Giriharja. Pagelaran di malam minggu ini membawakan “Babad Alas Amer”, yang secara singkat menceritakan keberanian Bima dalam membuka ‘alas’ (hutan) untuk kesejahteraan masyarakat banyak, sebuah imaji yang dengan tepat menggambarkan Unpar sebagai salah satu pelopor pendidikan tinggi di bumi Parahyangan.