Home / Berita Terkini / Bersama Mahasiswa Menanggulangi Dampak Covid-19
Bantuan bagi mahasiswa Unpar penerima beasiswa non-domisili Bandung, antara lain paket makan siang (kiri) dan paket sembako (kanan). Sumber foto: Instagram BKA Unpar @kemahasiswaan.unpar

Bersama Mahasiswa Menanggulangi Dampak Covid-19

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Satgas Unpar Fights Covid-19 terus memberikan bantuan dalam menanggulangi dampak Covid-19, termasuk bagi mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yang membutuhkan. Pasalnya, saat ini masih banyak mahasiswa non-domisili Bandung yang tinggal di sekitar Unpar dan tidak kembali ke tempat asalnya. 

Pietre Gunawan selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) Unpar menjelaskan berbagai kegiatan yang sudah dijalankan oleh BKA bersama Satgas UFC-19 dan IKA Unpar untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan. Antara lain dengan penyediaan sarana internet, makan siang, dan paket sembako.

Untuk Mahasiswa

Mendukung kegiatan pemelajaran mahasiswa, Unpar bekerjasama dengan Provider Indosat (IM3) Ooredoo dengan membagikan 500 starter pack kit dengan fasilitas kuota harian 2GB dan kuota IDE Unpar 30GB perhari. “Sampai dengan 21 April 2020, terdata 287 mahasiswa memanfaatkan layanan ini,” jelas Gunawan. Selain itu, telah didistribusikan 203 paket hand sanitizer bagi mahasiswa yang tinggal di sekitar kampus.

Dengan bantuan dari alumni, Unpar telah menyalurkan paket 100 paket makan siang bagi mahasiswa penerima beasiswa non-domisili Bandung antara tanggal 17-21 April 2020. Kemudian, pada 21 April disalurkan pula 70 paket sembako bagi mahasiswa. Adapun paket makan siang dan paket sembako ini juga disalurkan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Untuk menjalin komunikasi dengan mahasiswa, BKA Unpar memanfaatkan teknologi informasi daring dan media sosial. Misalnya, dengan kompetisi “stay at home video challenge” bagi mahasiswa dengan pemenang setiap minggu yang akan digelar hingga 31 Mei 2020. Mahasiswa juga bisa berinteraksi dengan BKA Unpar melalui Instagram Live setiap dua minggu sekali. “Harapannya, mahasiswa merasa tetap disapa oleh Unpar,” kata Gunawan.

Terbukti, BKA Unpar menyatakan bahwa melewati masa-masa ini, mahasiswa merasakan atensi lebih dari Unpar, meskipun belum semua mahasiswa dapat dijangkau dikarenakan banyaknya mahasiswa yang kembali ke daerah asalnya sebelum kebijakan belajar dari rumah diterapkan. 

Bahu Membahu

Mahasiswa dan universitas perlu bahu membahu dalam menanggulangi dampak Covid-19. Mulai dengan respon positif mahasiswa untuk taat aturan dan tidak datang ke kampus saat ini, serta melaksanakan perkuliahan daring dengan baik. 

Lalu, berlanjut dengan penyebaran informasi yang efektif antar mahasiswa, misalnya dalam menjembatani Satgas UFC-19 dan mahasiswa melalui BEM Unpar. Organisasi mahasiswa turut membantu universitas dalam memberikan pelayanan perkuliahan daring secara optimal, salah satunya melalui pendataan mahasiswa yang terkendala akses internet maupun sarana komputer.

“Tindakan nyata juga dilakukan oleh beberapa UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang menggalang donasi dari para alumninya.” lanjut Gunawan. “Hal ini dilakukan dengan berkoordinasi bersama BKA,” tambahnya. Di luar itu, baik mahasiswa secara individu maupun kelompok kelembagaan juga turut serta berkontribusi nyata menghadapi situasi ini.

Layanan Prima

Dengan kondisi bekerja dari rumah, BKA Unpar tetap bertekad memberikan layanan yang prima bagi mahasiswa. Gunawan menjelaskan pihak BKA siap beradaptasi serta meningkatkan respon bagi kebutuhan mahasiswa. “Kami menekankan jika ada informasi atau kendala dalam masa PSSB dari mahasiswa, silahkan kontak kami melalui media apapun, agar kami dapat mempertimbangkan pemberian solusi terbaik utk kedepannya,” ujarnya.

Pun terkait kinerja Satgas UFC-19, Gunawan menyoroti pentingnya koordinasi dan komunikasi yang fleksibel dan konsisten, untuk mencapai tujuan yang baik di tengah situasi nyata yang tidak terduga. “UFC-19 harus tetap memberikan kontribusi semaksimal kemapuan yang dimiliki untuk membantuk mahasiswa dan juga warga sekitar Unpar,” pungkasnya. (DAN – Divisi Publikasi. Sumber: Wawancara dengan BKA Unpar)