Home / Berita Terkini / Berkembang Bersama Lewat Kegiatan dan Komunitas

Berkembang Bersama Lewat Kegiatan dan Komunitas

Ada banyak jalan yang bisa ditempuh mahasiswa untuk mengambangkan diri serta menimba ilmu dan pengalaman. Tentunya, perkuliahan merupakan sarana paling penting yang dapat digunakan oleh mahasiswa dalam memperluas wawasan. Apalagi tujuan utama mahasiswa bergabung dalam institusi pendidikan tinggi adalah menimba ilmu lewat kegiatan perkuliahan.

Namun, semangat mahasiswa yang besar untuk berkembang rasanya tidak cukup bila hanya disalurkan lewat kegiatan perkuliahan. Sedangkan di luar rutinitas tersebut, masih ada banyak hal yang dapat dipelajari. Untuk itulah mahasiswa didorong untuk mengeksplorasi minat dan kemampuan yang dimiliki, serta mengembangkannya sebagai modal insani.

Pengembangan talenta mahasiswa menjadi penting dalam proses pendewasaan sebagai pribadi yang utuh. Kegiatan penyaluran minat dan bakat menjadi sarana bagi mahasiswa dalam mengasah motorik halus dan kasarnya. Selain itu, proses berorganisasi dalam kelompok kemahasiswaan menjadi sarana pengembangan dasar kepemimpinan dan pengelolaan yang besar manfaatnya bagi kehidupan mahasiswa.

Selaras dengan pendidikan tinggi

Pengembangan diri secara utuh menjadi salah satu hal yang penting dalam proses pembelajaran yang dilakukan di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, Unpar membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berproses di luar perkuliahan. Hal tersebut terlihat dari berbagai organisasi dan kegiatan kemahasiswaan yang difasilitasi oleh kampus, salah satunya melalui unit kegiatan mahasiswa (UKM) dan komunitas mahasiswa.

Ada perbedaan yang mendasar antara UKM dan komunitas di Unpar. UKM merupakan kelompok minat mahasiswa yang diakui dan berada di bawah Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) serta memiliki kegiatan yang rutin, seperti latihan berkala maupun program kerja tahunan. Komunitas, di sisi lain, merupakan wadah perkumpulan mahasiswa yang didasari oleh kesamaan dalam minat tertentu.

Tentu saja, bila sudah memiliki struktur organisasi, keanggotaan, dan kegiatan rutin yang terdata, komunitas dapat meningkatkan status mereka menjadi UKM.

Bagaimanapun juga, baik UKM maupun komunitas merupakan wahana yang baik bagi mahasiswa untuk berkumpul dan berkembang bersama. Secara garis besar, mahasiswa dapat memilih antara organisasi yang memiliki fokus pada bidang olahraga dan beladiri, seni budaya, maupun minat khusus. Bahkan, bila sejumlah mahasiswa tertarik untuk berkreasi dalam warna yang baru, mereka diberi kebebasan untuk berkumpul dan mendirikan komunitasnya sendiri, asal sejalan dengan nilai-nilai dasar Unpar.

Expo UKM dan Komunitas Unpar

Setiap tahunnya, ribuan mahasiswa baru bergabung ke dalam Unpar. Setiap tahun pula, organisasi kemahasiswaan dan kelompok minat serta komunitas di Unpar mengajak mahasiswa baru untuk berkembang dalam kelompok-kelompok tersebut. Tentunya diperlukan wadah tempat berinteraksinya mahasiswa dengan kelompok kemahasiswaan yang ada di Unpar. Wadah ini dikenal sebagai Expo UKM dan Komunitas, sebuah program kerja rutin dari LKM Unpar. Tahun ini, Expo UKM dan Komunitas diadakan pada Senin dan Selasa, 20-21 Agustus di lapangan parkir rektorat.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini panitia mengundang 10 komunitas untuk berpartisipasi dalam expo  bersama 26 UKM Unpar. Tahun ini, sebanyak 7.638 pengunjung memadati acara expo yang berlangsung selama dua hari. Jumlah pengunjung tersebut meningkat 50 persen dibandingkan tahun lalu.

Adapun rangkaian expo diisi dengan gelar wicara serta penampilan UKM dan Komunitas. Dalam kesempatan ini, mahasiswa baru juga dapat berbincang untuk memuaskan rasa ingin tahu dengan pengurus dan anggota organisasi mahasiswa, serta langsung mendaftarkan diri sebagai anggota dalam UKM maupun Komunitas yang diminatinya.

Expo UKM dan Komunitas adalah ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal organisasi yang mungkin saja akan menjadi “rumah” selama ia menimba ilmu di Unpar. Proses pembelajaran diri mahasiswa tidak akan lengkap bila hanya berfokus pada proses belajar di dalam ruang kuliah. Di Unpar, pengembangan diri melalui keikutsertaan dalam UKM maupun Komunitas merupakan sesuatu yang diwajibkan bagi para mahasiswa.

Dalam acara pembukaan Expo UKM dan Komunitas, Rektor Unpar Mangadar Situmorang PhD mengajak mahasiswa baru untuk mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan, minimal sebagai anggota dalam satu UKM atau Komunitas. “Hukumnya wajib!,” tegasnya. Ia menambahkan agar seluruh anggota UKM maupun Komunitas bersedia secara aktif mengajak mahasiswa baru untuk terlibat aktif dalam organisasi mereka.

Selain memberi sambutan, Mangadar juga menyempatkan diri menyambangi beberapa stan UKM dan Komunitas. Mangadar tampak antusias mengamati berbagai kegiatan yang diadakan oleh unit-unit mahasiswa, juga berkomunikasi dengan mahasiswa anggota UKM maupun Komunitas.

Melalui UKM dan Komunitas, mahasiswa Unpar diharapkan dapat berkembang bersama untuk meningkatkan kualitas diri sehingga menjadi pribadi yang utuh dan berimbang. Galeri kegiatan Expo UKM dan Komunitas Unpar dapat dilihat melalui akun Instagram @expoukmdankomunitas.

 

Sumber: Kompas Griya Ilmu (Selasa, 28 Agustus 2018)