Berbagi Wawasan Pentingnya Ilmu Humaniora

Ilmu Humaniora adalah hal yang penting dalam mengembangkan karakter dan nilai kemanusiaan generasi muda. Karenanya, pendidikan yang humaniora perlu diajarkan sejak dini, apalagi di tingkat sekolah menengah atas atau SMA.

Bahasan mengenai pendidikan humaniora ini diangkat melalui webinar pendidikan “Humaniora Bagi Pendidikan Sekolah Menengah Atas” pada Selasa (5/1/2021). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Divisi Pendidikan Yayasan Salib Suci Bandung ini menghadirkan para pendidik yang membidangi ilmu humaniora dari Universitas Katolik Parahyangan.

Pada tema pertama, penulis dan jurnalis Tri Joko Her Riadi S.S., M.A. membawakan paparan “Ilmu Humaniora dan Relevansinya bagi Pendidikan”. Paparan ini mengangkat nilai penting ilmu humaniora dalam membangun karakter peserta didik mencapai kemanusiaan yang utuh, semakin relevan dengan arah pendidikan masa kini. 

Keterampilan humaniora ini, lanjutnya, dapat diberikan secara intensif melalui pembelajaran berorientasi jangka panjang, melalui aktivitas yang inovatif dan menyertakan peserta didik. “Tantangan kita adalah membuat humaniora menjadi sistemik,” ungkapnya.

Dunia Digital

Berikutnya paparan beralih membahas “Humaniora Digital bagi Pendidikan” yang disampaikan oleh Willfridus Demetrius Siga, S.S., M.Pd. Paparan ini sangat menjawab tantangan pendidikan yang semakin terdigitalkan, khususnya di era pandemi. 

Ilmu humaniora menjadi semakin penting dalam mendorong peserta didik berpikir dan bersikap kreatif, dengan kematangan prinsip moral dan disiplin pikir. Di sisi lain, fenomena humaniora digital justru merangkul dan berkolaborasi dengan teknologi sekaligus mengubah pengalaman manusia berteknologi.

Presenter terakhir yaitu Kristining Seva, S.S., M.Pd. dari Unpar membawakan materi secara berbeda. Mengangkat tema “Praktik Humaniora Digital dalam Pembelajaran”. Melalui berbagai sesi dinamika pribadi dan kelompok, ia mengajak peserta webinar merefleksikan humaniora digital dalam proses belajar yang diselenggarakan di SMA masing-masing. Turut diberikan pula contoh-contoh aplikasi pembelajaran yang meningkatkan keterlibatan sekaligus memperkuat humaniora para siswa.

Peserta yang terdiri dari para guru SMA yang dinaungi oleh Yayasan Salib Suci Bandung antusias menyimak materi yang dihadirkan. Apalagi, materi ini tidak hanya bermanfaat bagi para pendidik, namun dapat diaplikasi dalam proses pembelajaran sehari-hari, sehingga berdampak positif bagi peserta didik. (DAN – Divisi Publikasi)