Home / Berita Terkini / Belajar Indonesia di Unpar
New Colombo Plan

Belajar Indonesia di Unpar

BANDUNG, (PR).- Para mahasiswa Australia telah selesai menimba ilmu di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) dalam rangka menjalankan program New Colombo Plan. Enam bulan belajar di Indonesia, para mahasiswa Australia mendapatkan pemahaman terkait dengan kultur, politik, dan topik lainnya tentang Indonesia.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unpar Pius Suratman Kartasasmita mengatakan, Unpar ikut ambil bagian dalam New Colombo Plan karena menilai program tersebut memiliki sejumlah nilai positif. Salah satunya, membuka pergaulan internasional, tak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi dosen.

Para mahasiswa Australia yang menimba ilmu di Unpar ditempatkan di beberapa program studi, seperti Hubungan Internasional dan Administrasi Publik. Mereka bergabung dengan para mahasiswa Unpar dalam sebuah kelas reguler selama satu semester. Dikatakan Pius, mahasiswa Australia itu berasal dari berbagai universitas di negaranya.

“Mahasiswa Australia menerima mata kuliah yang sama dengan mahasiswa lain dan melalui penilaian yang sama. Mereka juga harus membuat presentasi, ikut seminar, dan lain-lain,” ujar Pius dalam sebuah acara pelepasan mahasiswa Australia, Jumat (27/5/2016).

Waktu belajar selama enam bulan di Indonesia merupakan pengalaman berharga bagi para mahasiswa tersebut. Mereka mendapatkan berbagai pengetahuan tentang Indonesia. Salah seorang mahasiswa University of Notre Dame, Georgia Leyendekkers menuturkan, beberapa pengetahuan yang didapat selama belajar di Unpar terkait Islam dan politik serta kebudayaan Indonesia. Baginya, mempelajari kebudayaan Indonesia sangat menarik karena Indonesia memiliki banyak etnis.

“Berbeda dengan Australia yang memiliki sedikit etnis, Indonesia mempunyai banyak etnis. Itu mengapa saya memilih Indonesia dalam program New Colombo Plan,” ujarnya.

Ia tidak kesulitan mempelajari mata kuliah di kelas, karena banyak mahasiswa Indonesia yang membantunya belajar. Georgia bahkan kini bisa mengucapkan beberapa kalimat bahasa Indonesia.

Mahasiswa lainnya Sayle Johnston dari University of Melbourne juga memilih Indonesia sebagai tempatnya belajar satu semester karena ia telah lama jatuh hati pada Indonesia. “Kalau di luar, anggapan Indonesia itu seram, setelah tinggal di Indonesia, ternyata anngapan itu tidak benar. Malah ini merupakan pengalaman luar biasa,” ujarnya.

Selama enam bulan di Unpar, Sayle menerima pengetahuan tentang sistem politik di Indonesia. “Bagaimana sistem politik di Indonesia mengalami perubahan, hal itu menarik,” katanya.

Setelah menimba ilmu di Unpar, mereka akan magang di berbagai perusahaan di Indonesia. Sayle memilih magang di Bali, sedangkan Georgia akan menempuh program magang di Sulawesi.

Sekretaris Bidang Politik Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia Andrew Cong menuturkan, New Colombo Plan adalah program pemerintah Australia yang memberi peluang kepada mahasiswa Australia yang sedang menimba ilmu S-1 untuk belajar dan magang di kawasan Indo-Pasific. Selain memberikan beasiswa kepada mahasiswa, program tersebut juga hibah untuk para peneliti. “Tujuannya, untuk memperdalam hubungan Australia di kawasan Indo-Pasific dan membentuk pemahaman angkatan kerja Australia tentang kawasan Indo-Pasific,” ucapnya.

New Colombo Plan mulai diujicobakan pada 2014 dengan mendukung 40 ilmuan dan lebih dari 1300mahasiswa untuk tinggal, menuntut ilmu, dan melakukan praktik kerja di empat lokasi, yakni Indonesia, Hongkong, Jepang, dan Singapura. Pada 2015, New Colombo Plan dikembangkan dengan mengirim 69 ilmuan dan lebih dari 3100 mahasiswa ke-32 lokasi.

 

Sumber: Pikiran Rakyat (Senin, 30 Mei 2016)