Home / Berita Terkini / BEE 2016: Peduli Pembangunan Kota Bandung Teknopolis
Bee Bandung Teknopolis

BEE 2016: Peduli Pembangunan Kota Bandung Teknopolis

Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan (HMPSEP) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) mengadakan program kerja tahunan yaitu, Bandung Economics Experience (BEE) 2016 pada Jumat-Sabtu, 29-30 April 2016. Rangkaian acara BEE 2016 terdiri dari seminar, Forum Diskusi Ekonomi (FDE) serta kunjungan dan/atau studi lapangan dengan tujuan untuk mengangkat isu ekonomi khususnya di Kota Bandung guna kemudian disosialisasikan dan didiskusikan oleh rekan-rekan mahasiswa. Mengusung tema “Bandung Teknopolis”, BEE 2016 diselenggarakan di dua tempat berbeda yaitu, di Audio Visual Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpar pada hari pertama dan di Ballroom Hotel Sheo, Ciumbuleuit, pada hari kedua. Pengangkatan tema tersebut didasari akan isu pembangunan wilayah Bandung Timur, khususnya kawasan Gede Bage yang belum banyak diketahui masyarakat luas serta tujuan pembangunannya pun belum jelas untuk apa dan untuk siapa. Berangkat dari gagasan tersebut, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan (PSEP) Unpar mencoba melakukan analisa dan diskusi dari berbagai sudut pandang.

Di hari pertama, acara BEE 2016 dibuka dengan sambutan Ketua HMPSEP serta ketua acara BEE 2016. Kemudian, dijelaskan materi mengenai konsep “Bandung Teknopolis” itu sendiri serta pro dan kontra yang muncul dari masyarakat akan tema tersebut. Diketahui alasan pro masyarakat akan Bandung Teknopolis adalah dapat meningkatkan perekonomian wilayah setempat maupun daerah lewat sektor pariwisata serta mampu menyerap tenaga kerja. Di sisi lain, tanggapan kontra partisipan yang mengatakan Program Bandung Teknopolis dapat mendatangkan musibah seperti banjir dalam proses pembangunannya serta kesenjangan sosial setelahnya. Proses pembangunan Bandung Teknopolis ini direncanakan akan berlangsung selama 10 tahun. Setelah penjabaran materi, selanjutnya diadakan sesi kunjungan atau studi lapangan ke daerah Balai Kota Bandung.

Pelaksanaan BEE 2016 di hari kedua diawali dengan sesi menonton video mengenai “Bandung Teknopolis” dan dilanjutkan dengan sambutan Wakil Ketua HMPSEP Unpar. Di hari penghujung ini, turut diundang pembicara ternama seperti, Bapak Dadan Ramdan selaku pengamat lingkungan dari WALHI, pengamat tata kota Ibu Hesti D. Nawangsidi, dan Bapak Ishak Somantri dari jajaran pemerintahan yang menganalisa dari sudut pandang ekonomi.  Adapun tujuan akhir dari acara BEE 2016 adalah mencoba menarik kesimpulan apakah “Bandung Teknopolis” sudah tepat di bangun dewasa ini? Kemudian, dari hasil seminar dan diskusi yang telah diikuti rekan-rekan mahasiswa akan dibuat newsletter untuk dikirimkan kepada pihak pemerintah sebagai bahan pertimbangan dari masyarakat khususnya mahasiswa. Dilaksanakannya BEE tahun ini menjadi daya tarik bagi beberapa komunitas di kota Bandung untuk mengajak mahasiswa Unpar peduli mengenai isu pembangunan “Bandung Teknopolis”, khususnya di Kawasan Gede Bage, Bandung.