Home / Berita Terkini / Bangga Menggunakan Batik, Warisan Budaya Indonesia

Bangga Menggunakan Batik, Warisan Budaya Indonesia

Dua Oktober diperingati bangsa Indonesia sebagai Hari Batik, sebuah momen untuk merayakan salah satu warisan budaya khas Nusantara. Batik telah diakui dunia sebagai suatu bentuk mahakarya seni, yang mampu menggabungkan nilai-nilai filosofis dalam suatu paduan imaji yang menarik dan indah. Tahun 2009, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) menetapkan batik sebagai warisan budaya Indonesia.

Lembaga Kepresidenan Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (LKM Unpar) turut memperingati Hari Batik Nasional. Rangkaian Peringatan Hari Batik yang pertama kali diadakan di Unpar ini berlangsung sejak 28 September hingga 3 Oktober 2017. Berbagai acara dilakukan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa akan batik. Pertama, LKM Unpar menyebarkan trivia batik, juga mengadakan kuis berhadiah untuk memperkaya pengetahuan mahasiswa akan batik. Kemudian, diadakan pula kompetisi foto, yang mana mahasiswa berpartisipasi dalam menyuarakan pandangan mereka tentang batik.

Selain itu, diselenggarakan pameran yang bertujuan mengingatkan mahasiswa agar menggunakan batik pada Hari Batik Nasional. Pemilihan batik yang ditampilkan dalam pameran pun mengacu pada gaya anak muda sehingga cocok untuk dipakai di kampus. Hal ini mematahkan stigma akan batik yang kerap kali dicap “pakaian resmi”. Masyarakat Unpar antusias dengan pameran yang diadakan di Plaza Gedung Pusat Pembelajaran Arnst-Geisse (PPAG).

Kepada Tim Publikasi Unpar, Ketua Pelaksana Peringatan Hari Batik 2017 Evelyn Clarissa mengungkapkan, rasa senangnya dengan hasil yang dicapai dalam rangkaian kegiatan tersebut. “Sesuai dengan harapan,” ungkapnya melihat partisipasi mahasiswa yang signifikan. Terbukti, pada tanggal 2 Oktober 2017, sebagian besar mahasiswa Unpar sadar untuk mengenakan batik ke kampus, sebagai bentuk rasa bangga mereka akan budaya asli Indonesia. Penyelenggaraan Peringatan Hari Batik  juga mendapatkan respon positif dari organisasi kemahasiswaan di Unpar. ”Disambut baik oleh himpunan juga unit kegiatan mahasiswa (UKM). Mereka mau ikut ajakan kita,” tuturnya.

Evelyn menambahkan, kegiatan Peringatan Hari Batik tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa Unpar. Mereka juga melakukan sosialisasi batik kepada masyarakat Unpar lainnya, khususnya pada Hari Batik Nasional. Ia menambahkan, “Kita juga membagikan ikat kepala batik ke penjaga kantin, pegawai ISS, petugas keamanan dan penjaga parkir.”

Evelyn berharap agar kesadaran mahasiswa untuk mengenakan batik, tidak hanya sebagai pakaian resmi namun juga sebagai pilihan pakaian untuk beraktivitas sehari-hari, khususnya di kampus. “Harus dipakai dengan bangga. Tak usah ragu lagi pakai batik,” pesannya. Apalagi, mahasiswa internasional yang menimba ilmu di Unpar juga bangga mengenakan batik, meskipun bukan berasal dari Indonesia. “Kalau bukan kita yang mencoba, siapa lagi?”, pungkasnya penuh semangat.