Home / Berita Terkini / Arsitektur Hijau Unpar Gelar Pameran Pelatihan Dasar
arsitektur hijau

Arsitektur Hijau Unpar Gelar Pameran Pelatihan Dasar

Mahasiswa yang menimba ilmu dalam Program Studi Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) memiliki berbagai kesempatan untuk mengembangkan diri dalam organisasi kemahasiswaan. Salah satunya adalah Arsitektur Hijau (Arjau), wadah bagi penyaluran minat mahasiswa yang merupakan bagian dari Himpunan Mahasiswa Program Studi Arsitektur (HMPSARS) Unpar.

Hingga saat ini, telah dihasilkan 33 angkatan Arsitektur Hijau. Tahun ini, dua puluh sembilan anggota muda Arjau yang tergabung dalam angkatan Nirbita Agnimaya mengembangkan diri dalam Pelatihan Dasar yang diselenggarkan di Kampung Pasir Malang, di Kawasan Bandung Selatan. Hasil yang mereka peroleh dalam pelatihan ini dirangkum, didokumentasikan, serta disebarkan kepada masyarakat umum dalam pameran serta presentasi yang diselenggarakan antara tanggal 18 hingga 23 Maret 2018.

Dalam pameran yang bertajuk “Bentuk, Ruang, dan Tatanan RW 04 Pasir Malang: Gaungan Ranah dalam Kabut”, peserta Pelatihan Dasar Arjau menampilkan hasil pendataan yang dilakukan selama 15 hingga 21 Januari 2018. Selama satu minggu, para siswa melakukan pendataan berbagai aspek arsitektural vernakular yang ada di wilayah tersebut. Mereka juga mendokumentasikan keseharian dan tradisi masyarakat kampung untuk memahami hubungan antara keseharian warga dengan rupa arsitektur wilayah.

Tim Publikasi Unpar yang mengunjungi Pameran pada Rabu (21/3) lalu mendapat kesan yang menarik saat memasuki area pameran. Ruang Lobby didominasi oleh instalasi yang menggambarkan kondisi ruang dan arsitektur di Kampung Pasir Malang. Berbagai bentuk bangunan yang memiliki fungsi yang spesifik dihadirkan dalam bentuk maket, mulai dari tempat tinggal hingga ruang komunal juga kandang ternak.

Pameran ini juga menampilkan dokumentasi dalam bentuk foto dan sketsa yang mengabadikan keseharian masyarakat Pasir Malang dan juga mahasiswa selama menimba pengalamannya. Masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani menggantungkan hidupnya pada pabrik dan perkebunan teh yang berada di tengah perkampungan. Hal ini memberikan karakteristik tersendiri bagi pola pemukiman serta tentu saja arsitektur yang ada di Kampung Pasir Malang.

Mengutip situs resmi Arsitektur Hijau, organisasi ini merupakan wujud minat mahasiswa akan objek arsitektur vernakular yang ada di pelosok Indonesia. Sejak didirikan di Gunung Papandayan pada 1985, berbagai angkatan Arjau telah menjelajah ke seluruh penjuru negeri untuk melestarikan ragam arsitektur vernakular sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.