Home / Berita Terkini / Arsitektur Hijau Gelar Pameran Pelatihan Dasar

Arsitektur Hijau Gelar Pameran Pelatihan Dasar

Himpunan Mahasiswa Program Studi Arsitektur (HMPSArs) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) mengadakan kegiatan Arsitektur Hijau (Arjau) yang merupakan wadah minat bagi mahasiswa Program Studi Arsitektur Unpar. Tahun 2019 menjadi tahun ke-34 sejak tahun 1985 Arjau pertama kali didirikan. Tahun ini juga menjadi tahun dengan anggota peminat terbanyak, yaitu 34 anggota muda. Dengan slogan “Demi ilmu dan Masyarakat”, Arjau bertujuan untuk mengembangkan pribadi anggota dan mengabdikan ilmunya kembali ke masyarakat.

Pada kesempatan kali ini, anggota muda Arjau yang tergabung dalam angkatan Kartala Rajani mengembangkan diri dalam pelatihan dasar yang diselenggarakan di Kampung Gombong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Hasil dari rangkaian pelatihan dasar tersebut kemudian dirangkum, diolah, lalu ditampilkan kepada masyarakat umum dalam pameran serta presentasi yang diselenggarakan pada 3 hingga 8 Maret 2019. “Melalui pelatihan dasar ini, mahasiswa dapat mewujudkan pengabdiannya ke masyarakat dengan kaidah-kaidah arsitektural,” tutur Dipta Komandan Siswa dari pelatihan dasar tahun ini.

Salah satu maket yang ditampilkan dalam pameran Arsitektur Hijau 2019

Dalam pameran berjudul “Serumpun Penuai di Antara Garis Biru”, peserta Pelatihan Dasar Arjau menampilkan hasil pendataan yang dilakukan pada 14 hingga 20 Januari 2019 di RW 07 Kampung Gombong. Hasil pendataan tersebut diwujudkan dalam bentuk foto, sketsa, dan maket dari bangunan-bangunan di Kampung Gombong yang memiliki berbagai fungsi, mulai dari rumah hunian penduduk, ruang komunal, hingga kandang ternak. Hasil dari pelatihan dasar ini merepresentasikan keadaan Kampung Gombong  yang dibatasi oleh dua alur sungai, dan mayoritas masyarakatnya yang memiliki mata pencaharian sebagai petani.

Kondisi geografis Kampung Gombong yang unik tersebut memberikan karakter tersendiri pada bentuk dan jenis arsitektur bangunan setempat. Dalam pameran ini ditampilkan juga dokumentasi dalam bentuk foto yang mengabadikan kegiatan sehari-hari masyarakat Kampung Gombong dan juga mahasiswa selama melaksanakan pelatihannya.

Setelah mengikuti pelatihan dasar, banyak mahasiswa yang mendapatkan pengalaman baru. Selama pendataan di Kampung Gombong, mereka menemukan banyak budaya tradisional khas Sunda yang mulai memudar di masyarakat kota. Selain itu, rangkaian acara pelatihan yang panjang  memberikan tantangan tersendiri bagi mahasiswa untuk keluar dari zona nyamannya.

“Harapannya, semoga peserta bisa menjadikan pengalaman pelatihan dasar kemarin sebagai pembelajaran untuk selalu berkolaborasi,” harap Dipta. “Juga untuk adik-adik angkatan, jangan takut untuk bergabung ke dalam Arsitektur Hijau. Memang prosesnya panjang dan tidak mudah, tetapi pengalaman yang didapat sangatlah worth it!,” tambah Dipta.