Home / Berita Terkini / Antusiasme Mahasiswa Unpar Pelajari Pasar Modal Indonesia
  • Suasana Seminar Pasar Saham yang diselenggarakan Ilmu Administrasi Bisnis Unpar pada Jumat (18/10)

  • Febriyanti Diamelita (OJK) tengah memberikan paparan tentang peran OJK dalam Pasar Saham

Antusiasme Mahasiswa Unpar Pelajari Pasar Modal Indonesia

Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) membuka Seminar Pasar Modal yang diadakan pada hari Jumat (18/10) di Mgr. Geise Lecture Theatre (Ruang Audio Visual) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik – FISIP Unpar. Antusiasme mahasiswa terlihat jelas saat menghadiri kegiatan yang didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kresna Sekuritas ini. Seminar Pasar Modal yang bertajuk “Investasi Aman Melalui Pasar Modal” mengajak mahasiswa dan mahasiswi UNPAR untuk berinvestasi secara rutin di pasar modal dengan aman. 

Seminar dibuka dengan paparan pertama dari perwakilan OJK selaku pengawas seluruh lembaga keuangan yang beroperasi di Indonesia, OJK menyarankan bahwa investasi harus didasarkan pada prinsip 2L, yaitu legal dan logis. “Berinvestasi di pasar modal, harus menggunakan prinsip 2L, yaitu legal, dengan melihat apakah sarana investasi tersebut memiliki ijin dari OJK atau tidak, dan logis, yaitu investor harus berpikir logis bahwa investasi di instrumen pasar modal tidak ada yang lepas dari resiko,” tutur Febriyanti Dimaelita dari OJK Kantor Regional 2 Jawa Barat. 

Febri juga mengatakan bahwa dalam pasar modal masih dianggap hanya orang kaya yang bisa memiliki saham. Namun, stigma seperti itu keliru dikarenakan investasi saham kini bisa dilakukan mulai dari minimum seratus ribu rupiah dan bisa dimulai dengan mendaftarkan diri di Sekuritas, salah satunya yaitu Kresna Sekuritas.

Pemaparan materi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menyoroti potensi pasar modal yang masih sangat besar di Indonesia, terutama saham. “Di Bursa Efek Indonesia, sekarang ada 655 emiten dan akan terus bertambah seiring waktu, maka kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat potensi saham yang ada di Indonesia” ujar Reza Sadha selaku Kepala Bursa Efek Indonesia Cabang Jawa Barat. 

Menurutnya, dikatakan bahwa performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam 10 tahun terakhir telah mencapai 125.6% (Bloomberg, 31 Desember 2007 – 31 Desember 2018) dan diprediksi Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi 5 besar, maka dari itu beliau mengajak untuk berinvestasi saham mulai dari sekarang, agar tidak tertinggal dan menyesal di kemudian hari. 

Menurut Hendry Wijaya, Strategic Partnership Advisor dari Kresna Sekuritas, investasi saham bisa dimulai dari melihat perusahaan yang akan dibeli sahamnya, lalu mempersiapkan uang untuk membeli saham tersebut. “Perusahaan yang kita beli itu diharuskan perusahaan yang kita kenal dan kita ketahui produknya, jangan sampai membeli perusahaan yang tidak jelas fundamental dan pengelolaannya,” katanya. 

Hendry juga menyarankan untuk membeli saham layaknya diinvestasikan, bukan hanya dijual belikan. “Saham adalah salah satu produk investasi yang menjanjikan, terlihat dari bunga majemuk IHSG selama 10 tahun yang mencapai angka 16.6%, lebih tinggi dibandingkan dengan instrumen pasar modal lainnya. Maka dari itu, berinvestasi saham adalah salah satu jalan untuk menjadi kaya. Menjadi kaya, bukan berarti ingin terlihat kaya” ujarnya saat memaparkan materi terkait pasar modal dari Kresna Sekuritas.

Pemaparan materi yang dilakukan oleh OJK dan BEI bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa mengenai investasi di pasar modal. Pasar modal membuka peluang bagi mahasiswa untuk menginvestasikan uang nya di pasar modal dan menghidupkan gaya hidup untuk menabung, namun dengan instrumen pasar modal seperti saham. Pemaparan materi dari Kresna Sekuritas bertujuan mengajak mahasiswa berinvestasi dengan saham.

Seminar Pasar Modal dihadiri oleh mahasiswa dan dosen sebanyak 120 orang peserta. Antusiasme mereka terlihat saat mendengarkan materi pembicara dan memasuki sesi tanya jawab dari pembicara. Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis UNPAR mencoba untuk melihat potensi materi yang akan disukai oleh banyak mahasiswa, salah satunya yaitu pasar modal. (/DAN)