Anggota Baru Listra Unjuk Karya dalam Inaugurasi Daring

Para anggota baru Lingkung Seni Tradisional Universitas Katolik Parahyangan (Listra Unpar) menunjukkan kebolehan mereka menari dan bermain musik tradisional dari seluruh Indonesia. Namun, pagelaran kali ini bukan diadakan di atas panggung, di hadapan para penonton yang hadir secara langsung. Justru, pentas tari dan musik ini dapat disimak secara daring dalam konten video Instagram dan YouTube.

Gelaran inaugurasi Listra Unpar pada Jumat (13/11/2020) yang lazimnya dilakukan secara langsung di kampus Unpar pada tahun ini disiarkan secara daring lewat media sosial. Meskipun begitu, tiga puluh lima penari dan dua belas pemusik mahasiswa yang baru bergabung di Listra tetap menunjukkan semangat berseni dan antusiasme yang tinggi.

Pada acara bertajuk “Nusantara Berkarya” ini, Listra menghadirkan beragam tarian khas Nusantara. Seni tari tersebut antara lain Tari Saman, Tari Piring, Mojang Priangan, Tari Nandak Ganjen, Tari Merak, serta ragam tarian dari Kalimantan dan Papua. Selain itu, dihadirkan pula medley musik daerah dari Sabang hingga Merauke.

Tantangan Tersendiri

Tentunya, menghasilkan suatu kolaborasi seni tradisional secara daring menghadirkan tantangan tersendiri bagi Listra. Hal ini disampaikan oleh Ryu Mohammad Reinald (HI Unpar 2018) selaku Ketua Pelaksana inaugurasi Listra 2020. Bersama dengan kakak-kakak yang siap melatih dan mempersiapkan acara selama lebih kurang tiga bulan, para anggota baru berlatih bersama secara daring selama sekitar tiga minggu.

“Tantangan paling utama adalah proses pembelajaran mahasiswa baru,” tutur Ryu. Secara umum, para anggota ditugaskan untuk mempelajari materi, memperagakannya melalui video, dan mendapat umpan balik dari Listra. Koneksi pada saat berkumpul secara daring kadang juga menjadi kendala. Ryu mencontohkan kala mahasiswa mencoba belajar tarian atau bermusik, tiba-tiba koneksi internet melambat atau terputus. “Jadi, ada anak yang ketinggalan materinya.” 

Untuk jadwal berkumpul sendiri, lanjut Ryu, tidak jauh berbeda dengan jadwal latihan Listra terdahulu. “Kita jadwalnya menggunakan jadwal latihan reguler,” ujarnya. Latihan daring ini, di sisi cerahnya, justru menjadi intensif dikarenakan semua peserta fokus pada materi, layaknya kuliah. “Ini suatu kelebihan sih sebenarnya,” ungkap Ryu. 

Disambut Positif

Terselenggaranya kegiatan inaugurasi yang berlangsung daring ini ternyata disambut baik oleh publik. Seperti yang dinyatakan Ryu, bahwa inaugurasi ini, “Menurut mereka unik.” Memang, ada sedikit kekecewaan atas hilangnya euforianya saat para peserta tampil secara langsung di panggung di hadapan para penonton. Namun, tantangan ini dapat diatasi, dan diakui sebagai sebuah ide yang baik. “Ini sebuah inovasi dari pandemi ini,” jelasnya.

Melampaui keterbatasan, para anggota baru yang diresmikan dalam inaugurasi telah memberi upaya terbaik dan hasil yang mengejutkan. “Mereka merupakan angkatan yang berpotensi tinggi,” tegas Ryu. “(Dalam) Inaugurasi kemarin, mereka antusias sekali.” Karenanya, Listra Unpar berharap agar pengembangan diri para mahasiswa dalam wadah seni tradisional dapat terus berlanjut. “Intinya (agar) selalu bersemangat,” pungkas Ryu.

Inaugurasi Listra Unpar 2020 dapat disaksikan melalui akun Instagram @listraunpar, serta YouTube LISTRA UNPAR OFFICIAL. Dalam waktu dekat, Listra Unpar akan menghadirkan kolaborasi bersama perguruan tinggi untuk menghadirkan festival seni tradisional. (DAN – Divisi Publikasi)