Home / Berita Terkini / Anak Rantau? Tetap Gunakan Hak Suaramu dengan Urus Pindah Memilih

Anak Rantau? Tetap Gunakan Hak Suaramu dengan Urus Pindah Memilih

Lembaga Kepresidenan Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (LKM Unpar) periode 2018/2019 bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung memfasilitasi permohonan formulir A5 KPU terkait urus pindah memilih bagi mahasiswa yang berasal dari luar Kota Bandung. Posko pelayanan KPU dibuka pada Kamis (14/2/2019) di Letter T FISIP Unpar pukul 09:00-16:00 WIB.

Adapun ketentuan pemilihan mencakup daerah tujuan dari provinsi lain atau luar negeri, kabupaten/kota lain dalam provinsi yang sama, kecamatan lain dalam kabupaten/kota yang sama tapi berbeda daerah (dapil), ataupun kecamatan lain dalam satu kabupaten/kota yang sama dalam dapil yang sama. Ketentuan pemilihan tersebut digunakan untuk memilih presiden dan wakil presiden, DPR, DPD, DPRD Provinsi, serta DPRD Kota pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.

“Di sini kami bekerjasama sama KPU untuk memfasilitasi mahasiswa yang ingin mengurus data pemilihannya supaya dapat pindah ke Bandung sehingga mahasiswa rantau, mahasiswa yang jauh dari rumah bisa memilih tetap,” jelas Vallen Direktur Jenderal Kajian dan Aksi Strategis LKM Unpar.

“Antusiasme cukup tinggi. Terlihat bahwa mahasiswa pun peduli dengan pemimpin-pemimpin kita kelak. Semoga apa yang kami sediakan ini dapat bermanfaat, dapat berguna, dan dapat digunakan hak suaranya oleh mahasiswa dengan bijak,” tutur Vallen.

Untuk mengurus permohonan pindah memilih, mahasiswa harus menyiapkan sejumlah dokumen yang terdiri dari e-KTP (KTP elektronik), fotokopi KTP, dan fotokopi/foto Kartu Keluarga (KK).

Kegiatan urus pindah memilih difasilitasi tim KPU Kota Bandung hingga 17 Februari untuk mempermudah calon pemilih mengurus izin pindah memilih, yang salah satunya berlokasi di Unpar (posko pelayanan hanya dibuka pada 14 Februari).

Tim KPU memberikan informasi terkait alur pengurusan formulir yang harus diperhatikan calon pengurus. Mulai dari mengecek nama calon pemilih, apakah data nama terdapat di daftar pemilih tetap (DPT) tempat pemungutan suara (TPS) asal atau tidak. Untuk mengecek, calon pemilih dapat mengakses situs lindungihakpilihmu.kpu.go.id. Jika tidak mendaftar, calon pemilih akan masuk ke dalam daftar pemilih khusus pada saat Pemilu, yang baru bisa memilih pada pukul 12:00, satu jam sebelum penutupan pemungutan suara.

“Kita mendata hari ini, setelah itu kami koordinasi dengan tim penyelenggara (Unpar) untuk distribusi formulir A5,” ujar Samuel Operator KPU di tingkat Kota Bandung yang ditemui tim Publikasi Unpar.

“Harapan dari kami penyelenggara, supaya partisipasi kaum muda meningkat, (fasilitas ini) juga digunakan buat teman-teman mahasiswa yang baru pertama kalinya akan (ikut) pemilu,” ungkapnya.

Ditemui pada kesempatan yang sama, Gavin Gumilang mahasiswa program studi Teknik Kimia Unpar angkatan 2016 menanggapi bahwa kegiatan ini sangat membantu mahasiswa Unpar yang berasal dari luar Kota Bandung.

“Membantu banget. Awalnya kita ga tau kalo bisa coblos bukan di kota asal,” kata Gavin mahasiswa Unpar asal Kota Solo yang akan mengikuti pemilu untuk kedua kalinya.

“Kalo bisa jangan sampe golput, kalo misalnya ada pilihan. Pokoknya pilih yang terbaik,” pungkasnya.