Home / Berita Terkini / All Out Journalism, Belajar Mengenai Media dan Jurnalistik di Tengah Pandemi

All Out Journalism, Belajar Mengenai Media dan Jurnalistik di Tengah Pandemi

Revolusi industri 4.0 melahirkan transformasi masif di hampir semua aspek kehidupan manusia. Tak terkecuali, dunia media dan jurnalistik yang tentunya dekat dengan kita. Tanpa kehadiran media, mungkin akan sulit bagi kita untuk beradaptasi dengan perubahan. 

Didukung dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi, media saat ini hadir sebagai industri yang berkembang pesat sebagai badan dengan kapabilitas besar untuk menyalurkan informasi ke masyarakat, pemerintah, maupun pihak lainnya. Berangkat dari pemahaman ini, All Our Journalism 2020 mengangkat tema “Conformity: Enhancing the Standard of Media and Society in Journalism 4.0.”

All Out Journalism (AOJ) merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Warta Himahi sebagai organisasi internal yang bergerak di bidang media dan jurnalistik di bawah Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HMPSIHI). Seperti tahun-tahun sebelumnya, AOJ terdiri dari 3 rangkaian acara utama yaitu lomba, workshop, dan talkshow. Meskipun tidak sesuai dengan rencana awal, AOJ 2020 berhasil menyelenggarakan acara secara online dan menjadi program kerja pertama yang dilakukan secara daring di HMPSIHI. 

Tahun ini, AOJ 2020 berkesempatan untuk mengundang Bapak Novan Iman Santosa, Head of Training Jakarta Post sebagai pembicara di workshop menulis opini yang diadakan pada 20 Juni 2020 lalu. Acara dilanjutkan dengan talkshow yang diselenggarakan seminggu setelahnya pada 27 Juni 2020. 

Talkshow AOJ 2020 berhasil mengundang tiga narasumber yang sudah sangat berpengalaman di bidang media dan jurnalistik yaitu: Andini Effendi, seorang peraih penghargaan Best Current Affair Presenter Asian Television Awards 2018 & 2019; Rendy Wicaksana, seorang digital content producer VOA Indonesia; dan Ardyan M. Erlangga, seorang managing editor Vice Indonesia. Acara Talkshow kali ini dipandu oleh dosen program studi Hubungan Internasional yang memiliki fokus studi di bidang diplomasi, media, dan komunikasi internasional, Jessica Martha S.Ip, M.I.Pol.

Baik workshop maupun talkshow tahun ini, telah berhasil menarik hingga total 330 partisipan, bahkan hingga dari luar Pulau Jawa. Begitu pula dengan lomba menulis artikel, foto esai, dan infografis untuk kategori SMA/umum yang berhasil menjangkau peminat di luar kota Bandung. Selaras dengan tema yang dibawa AOJ, kegiatan webinar nyatanya bisa dilaksanakan dengan sangat memuaskan. Walaupun hanya tatap muka secara virtual, acara dapat selesai melampaui ekspektasi seluruh panitia. 

Kegiatan ini menggarisbawahi bahwa digitalisasi media merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari lagi. Peluang dan tantangannya harus dihadapi dengan solidaritas dan kolaborasi. Melalui acara ini, All Out Journalism berharap bahwa masyarakat bisa memiliki literasi media yang baik agar tidak mudah percaya pada berita palsu yang ada dimana-mana.

All Out Journalism hadir bukan hanya untuk generasi muda yang memiliki ketertarikan di bidang jurnalistik atau ingin belajar menulis berita saja, namun All Out Journalism juga ingin hadir sebagai salah satu wadah edukasi mengenai media dan jurnalistik. 

Semua orang bisa menjadi jurnalis di tengah era informasi ini, namun tidak semua orang bisa menyediakan berita yang kredibel dan terpercaya. Disinilah peran media hadir sebagai sumber yang berjuang untuk menyediakan berita yang terverifikasi. 

Untuk itu, setidaknya melalui acara sederhana ini, All Out Journalism ingin menegaskan kembali bahwa sebagai subjek sekaligus sumber berita, kita harus mampu menjadi pembaca yang bijak dalam mengolah dan memilih berita yang tepat untuk dikonsumsi. 

Penulis: Vianny Quininta (Warta Himahi Unpar) (/DAN – Divisi Publikasi)